Dorong UMKM Perikanan Naik Kelas, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung Gelar Sosialisasi Kemitraan dan Temu Usaha

- kategori Berita 49 Views

Selasa (11/8/2026), Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung menyelenggarakan Sosialisasi Kemitraan dan Temu Usaha bersama 15 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) bertempat di Gedung Pertemuan Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung, Ibu Evi Purvitasari, S.T., M.T., dan menghadirkan dua narasumber, yaitu Bapak Rifqi Firmansyah, Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Tulungagung, serta Bapak Susadiana, Penyuluh Perikanan.


Bapak Rifqi Firmansyah dalam paparannya, membahas pentingnya membangun kepercayaan, membuka akses pasar, serta menindaklanjuti berbagai peluang usaha agar pelaku usaha dapat mengembangkan jejaring dan memperluas pemasaran. 


Para peserta sosialisasi dibekali materi mengenai berbagai pola kemitraan usaha, mulai dari menjadi pemasok tetap, distributor/reseller, maklon (private label), hingga penguatan konsorsium/koperasi. Juga ditekankan pentingnya memahami karakteristik berbagai kanal penjualan, termasuk pasar daring, ritel modern, hingga sektor Hotel, Restoran, dan Katering yang membutuhkan jaminan kepastian pasokan, keseragaman ukuran, dan konsistensi mutu.

Selain penguatan produk dan kemasan, pelaku usaha didorong untuk segera melengkapi legalitas usaha dan sertifikasi mutu, seperti NIB, Izin edar sesuai kategori, hingga standar GMP-SSOP, SKP, HACCP sesuai skala dan pasar. Efisiensi logistik rantai dingin (cold chain) juga disorot sebagai faktor penentu dalam menjaga kualitas produk sampai ke tangan konsumen.


Dalam kesempatan ini, Penyuluh Perikanan Bapak Susadiana memaparkan materi mengenai Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha dalam Membangun Kemitraan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Ia menyampaikan bahwa pasar perikanan nasional terus tumbuh signifikan, dimana nilai pemasaran hasil perikanan dalam negeri tahun 2025 tercatat mencapai Rp335,53 triliun (naik 5,59% dari tahun 2024), dengan Jawa Timur menempati peringkat kedua terbesar secara nasional dengan kontribusi Rp38,16 triliun (11,37%).


Kendati memiliki potensi besar, UMKM perikanan di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan akses modal, pemanfaatan peralatan yang masih konvensional, serta perlunya peningkatan manajemen bisnis dan strategi pemasaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mendorong para pelaku usaha agar beralih dari model pemasaran tradisional menuju pola modern melalui pemanfaatan platform digital/e-commerce, kemitraan dengan retail modern, hingga skema Business-to-Business (B2B) penjualan langsung ke industri pengolahan dan jaringan restoran.


Ia juga menekankan bahwa kemitraan usaha yang berkelanjutan harus berlandaskan pada prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, transparansi, yang dituangkan dalam perjanjian tertulis yang jelas guna memitigasi risiko bisnis.


Dengan kolaborasi, peningkatan kualitas, dan kemitraan yang saling menguntungkan, diharapkan semakin banyak peluang usaha yang dapat tercipta dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha serta turut mendorong pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Tulungagung.