Berita & Terkait
Kementerian Kebudayaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar Festival Budaya Spiritual Tahun 2025 di Kabupaten Tulungagung. Acara berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 10 hingga 13 Juli 2025. Acara ini terbuka untuk masyarakat luas, penggiat budaya, akademisi, serta komunitas spiritual dari berbagai daerah di Tulungagung.
Sebagai bagian dari Pemerintah Daerah Tulungagung, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung juga ikut berpartisipasi dalam festival ini melalui stand pameran berbagai produk olahan ikan, seperti abon ikan, kerupuk ikan, kulit ikan crispy, sumpia ebi, dan berbagai produk perikanan lainnya. Partisipasi Dinas Perikanan dalam festival ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk perikanan lokal kepada masyarakat luas, dan juga memberikan wadah bagi pelaku usaha perikanan untuk memasarkan produknya.
Selain menggelar produk olahan hasil perikanan, dinas perikanan juga menampilkan miniatur perahu nelayan yang melambangkan potensi perikanan tangkap di kabupaten tulungagung. Lebih dari sekadar potensi ekonomi, perikanan di Tulungagung juga lekat dengan budaya lokal masyarakat pesisir dan pedesaan yakni labuh laut atau larung sembonyo, sebagai simbol semangat gotong royong nelayan yang mencerminkan bahwa kegiatan perikanan bukan hanya mata pencaharian, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan spiritual masyarakat Tulungagung.
Salah satu acara utama dalam festival ini adalah Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas, yaitu ritual penyucian pusaka leluhur berupa tombak yang setiap tahun digelar oleh masyarakat Tulungagung di Pendopo, dan sudah dilakukan turun-temurun. Prosesi ini penuh dengan nuansa sakral dan membuat para pengunjung merasa kagum terhadap budaya Jawa.
Yang menarik lagi, dalam Festival Budaya Spiritual tahun ini mendapat kunjungan istimewa dari Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha. Festival ditutup dengan meriah pada hari Minngu tanggal 13 Juli 2025.