Pelatihan Budidaya Maggot BSF Sebagai Pakan Alternatif Budidaya Ikan

- kategori Berita 369 Views

(Selasa, 22/10/2024) Dalam upaya mendukung keberlanjutan budidaya ikan dan mengurangi ketergantungan pada pakan komersial, Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung melalui Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya menyelenggarakan pelatihan budidaya dan pengembangan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan alternatif budidaya ikan. Pelatihan ini diselenggarakan di SFV Kendalbulur Kecamatan Boyolangu dan Desa Tugu Kecamatan Sendang pada tanggal 21 - 22 Oktober 2024. Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada para pembudidaya ikan di Kabupaten Tulungagung. Diikuti kurang lebih 50 orang peserta yang terdiri dari para pembudidaya ikan.


Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung menghadirkan Bapak Agus Asrori, seorang pembudidaya maggot dari sektor swasta, sebagai narasumber dalam pelatihan ini. Dengan pengalamannya budidaya maggot sejak 2016, Bapak Agus menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada para peserta tentang teknik budidaya maggot BSF yang tepat. Mulai dari persiapan media budidaya, pemilihan bibit, hingga panen dan pengolahan maggot, semua dibahas secara detail. Pada dasarnya budidaya maggot bsf tidak memiliki pakem atau aturan baku. Yang terjadi adalah pengembangan dari pengalaman dan inovasi supaya budidaya maggot bisa dilakukan dengan baik, efektif dan efisien.


Maggot adalah larva (belatung) dari jenis lalat Black Soldier Fly yang biasa disebut lalat BSF. Larva ini merupakan fase kedua dari proses metamorphosis atau proses perkembangan dari telur menjadi lalat dewasa. Maggot telah menjadi sorotan sebagai sumber protein alternatif yang sangat potensial untuk pakan ikan. Kandungan proteinnya yang tinggi, sekitar 30-43% pada maggot kering dan kandungan lemak mencapai 28,0%, membuatnya menjadi nutrisi yang sangat baik untuk bahan pakan ternak terutama ternak ikan dan unggas. Selain itu, maggot BSF juga dapat mengolah limbah organik menjadi biomassa yang bernilai, sehingga berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik, ujar Bapak Agus.


Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mengembangkan budidaya maggot BSF ini. Kedepannya, diharapkan para pembudidaya ikan dapat membudidayakan maggot BSF dalam skala yang lebih besar.